Materi Workshop : Praktek Dasar Jamasan

PERENCANAAN JAMASAN

Pemilihan hari jamasan.

  • Dipilih hari pada bulan Sura atau yang lain menyesuaikan kebutuhan atau tradisi setempat.
  • Menghindari hari-hari yang secara umum menjadi pantangan. Misal, galengan tahun, Dhendhan Kukudan, Sengkan, Naas, Taliwangke, Samparwangke, Sarik Agung, dbs.
  • Sebaiknya dilakukan setelah jamasan pusaka di kraton.
  • Secara umum dapat menggunakan hari jumat kliwon atau selasa kliwon.
  • Memastikan dewasa ayu yang sesuai dengan tujuan dari upacara.

Pemilihan waktu jamasan

  • Lebih baik dipilih pagi hari atau sore hari.
  • Dengan temperature dan kelembapan normal.

Pemilihan personil

Personil Utama

Dipilih orang yang tekun dalam melaksanakan tirakat dan laku. Diutamakan orang yang sudah menikah atau jika wanita yang sedang tidak mengalami haid. Lebih dikhususkan orang yang sudah terlatih dan memahami tata cara perawatan tosan aji. Proses jamasan dipimpin oleh seorang sesepuh atau yang dituakan, yang sudah ahli dan biasa melaksanakan upacara jamasan. Tugas utama dari pimpinan jamasan adalah bertanggungjawab memeriksa kelengkapan dan kesesuaian terhadap aturan seluruh kelengkapan jamas, sajen, personil dan area pelaksanaan serta memimpin keseluruhan proses ritual dari acara.

  1. Petugas Pendataan
    • Pada jamasan skala besar yang juga mengikutsertakan masyarakat banyak dan jumlah pusaka yang banyak. Maka tidak dapat dihindari bahwa diperlukan petugas yang bertanggung jawab terhadap pendataan pusaka.
    • Pendataan ini menjamin keamanan pusaka dari kemungkinan tertukar antara warangka, aksesoris dan pusaka.
    • Selain itu, tidak menutup kemungkinan bahwa terdapat sandangan yang mempunyai nilai cukup signifikan. Karena itu, selain mendata maka petugas yang bersangkutan juga bertanggung jawab mengenai keamanan dari sandangan.
  2. Petugas Langsir

Bertanggung jawab memilah tingkat kekotoran pusaka dan memilih treatment yang cocok untuk pusaka tersebut.Memindahkan pusaka dari lokasi penyimpanan ke petugas jamas, dan mengembalikan pusaka dari petugas jamas ke tempat penyimpanan.

  1. Petugas Jamas, jumlah dan jenisnya menyesuaikan kondisi, lokasi serta jenis perawatan yang dibutuhkan. Kondisi ideal dari petugas adalah:
    1. Kelapa,
    2. Jeruk,
    3. Pace,
    4. Sabun,
    5. Pengeringan
  2. Jamas Sekar
  3. Ububan

Personil Lain

  • Petugas Pembersih Warangka
    • Sebagaimana dijelaskan di atas, bahwa pada jamasan tidak hanya bilah yang di bersihkan secara fisk, tetapi juga warangka atau sandangannya. Karena itu, diperlukan juga petugas khusus yang bertanggung jawab terhadap hal itu.
    • Pada prakteknya, sering kali sandangan memerlukan perbaikan dan overhaul. Di sinilah peran mranggi yang berpengalaman diperlukan.
  • Petugas Khusus
    • Untuk menjamin lancarnya proses jamasan, maka diperlukan team pendukung yang melaksanakan tugas-tugas khusus sesuai kebutuhan. Misal pada beberapa kegiatan yang pernah terjadi, diperlukan:
      • Liaison Officer
      • Juru Tayuh
      • Perlengkapan
      • Petugas Keamanan
      • Petugas Konsumsi
      • Pangrawit
      • Penari
      • dsb

Pemilihan Tempat

  • Dipilih tempat yang mempunyai sirkulasi udara lancar.
  • Cukup penerangan.
  • Tidak ditempat yang terkena sinar matahari langsung.
  • Mempunyai saluran pembuangan yang memadai.
  • Terdapat sumber air bersih.
  • Bersih secara fisik dan non-fisik.
  • Diutamakan dilaksanakan ditempat yang biasa digunakan sebagai area ritual.

Gallery