Jangan lupa untuk tidak menulis menggunakan spasi antar kata. Hal ini untuk menghindari munculnya tanda baca pangkon di tengah kalimat.

Untuk membedakan antara vokal ê (seperti pada kata sêpur) dan e biasa, vokal ê ditulis menggunakan huruf “x”. Sejarah hanacaraka dapat dibaca di Sejarah Aksara Jawa.

Jika huruf jawa tidak muncul, download Font Tuladha Jejeg terlebih daulu. Kemudian ekstrak ke folder Windows > Font.

Anda perlu menggunakan browser Firefox atau yang semacamnya. Pastikan Anda menggunakan versi yang paling mutakhir (versi 11 ke atas). Karena alasan teknis, browser Chrome, Internet Explorer (IE), Opera, Safari, dan browser lain selain Firefox tidak dapat menampilkan aksara Jawa dengan benar. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini.

Fitur graphite

Nyalakan Graphite rendering di Firefox Anda. Tanpa fitur ini, tampilan aksara Jawanya akan kacau. Ikuti langkah-langkah berikut:

  1. Ketik about:config di address bar. Tekan [Enter].
  2. Selanjutnya muncul halaman peringatan bahwa kesalahan mengganti setting di halaman berikutnya bisa mengganggu stabilitas, keamanan, dan performa Firefox. Tekan tombol “I’ll be careful, I promise!”
  3. Di halaman berikutnya, di kolom Preference Name, carilah gfx.font_rendering.graphite.enabled. Anda juga bisa memanfaatkan Search untuk membantu menemukannya dengan cara mengetikkan kata “graphite” di kotak Search.
  4. Klik ganda gfx.font_rendering.graphite.enabled untuk mengganti value-nya dari false menjadi true. Teks di barisnya akan menjadi tebal. Jangan mengganti setting-setting lain di halaman ini kecuali Anda tahu fungsi dan tujuannya.
  5. Tutup tab about:config. Dukungan rendering font Graphite sudah menyala dan aktif.

Wyanjana (Consonants)

IPA/ha//na//tʃa//ra//ka//d̪a//t̪a//sa//wa//la//pa//ɖa//dʒa//ja//ɲa//ma//ɡa//ba//ʈa//ŋa/
Transcriptionhanacarakadatasawalapadhajayanyamagabathanga
Nglegéna
Murda      
Mahaprana    

Swara (Vowels)

Aksara
IPA/a//i//u//e//o/
Transcriptionaiueo

Pasangan

IPA/ha//na//tʃa//ra//ka//d̪a//t̪a//sa//wa//la//pa//ɖa//dʒa//ja//ɲa//ma//ɡa//ba//ʈa//ŋa/
Transcriptionhanacarakadatasawalapadhajayanyamagabathanga
Nglegéna◌꧀ꦲ◌꧀ꦤ◌꧀ꦕ◌꧀ꦫ◌꧀ꦏ◌꧀ꦢ◌꧀ꦠ◌꧀ꦱ◌꧀ꦮ◌꧀ꦭ◌꧀ꦥ◌꧀ꦝ◌꧀ꦗ◌꧀ꦪ◌꧀ꦚ◌꧀ꦩ◌꧀ꦒ◌꧀ꦧ◌꧀ꦛ◌꧀ꦔ
Murda ◌꧀ꦟ◌꧀ꦖ ◌꧀ꦑ◌꧀ꦣ◌꧀ꦡ◌꧀ꦯ ◌꧀ꦦ ◌꧀ꦘ ◌꧀ꦓ◌꧀ꦨ 
Mahaprana ◌꧀ꦰ ◌꧀ꦞ◌꧀ꦙ ◌꧀ꦜ 

Sandhangan (Diacritic)

Sandhanganꦺꦴꦿ
IPA/a//i//u//e//o//ə//◌̃//-ŋ//-r//-h//-rə//-j-//-r-//-/
Transcriptionaiuéoe-m-ng-r-h-re-y--r
Namewulusukutalingtaling-tarungpepetpanyanggacecaklayarwignyankeretpengkalcakrapangkon

Angka (Numeral)

Numeral1234567890
Angka
Namesijilorotelupapatlimanempituwolusanganol

Ganten

Awalnya / ɽ /, / l̪ /, dan / l̪: / hadir dalam pengembangan awal skrip karena pengaruh bahasa Sanskerta. Ortografi kontemporer membentuk mereka sebagai ganten, suku kata dengan vokal / ə / yang menggantikan kombinasi ra + pepet, la + pepet, dan la + pepet + tarung. Karena sudah memiliki nilai vokal tetap, mungkin tidak dilampirkan dengan diacritik vokal.

Aksara
Pasangan◌꧀ꦉ◌꧀◌꧀ꦋ ◌꧀ꦐ
IPA/rə//lə//lɤ//ra//qa/
Transcriptionreleleuraqa
NamaPa cerekNga leletNga lelet raswadiRa agungKa sasak

Rekan

ꦲ꦳◌꧀ꦲ꦳/ħa/haRekanSebagian besar suara bukan merupakan vokal suara asli dalam bahasa jawa, dan ditandai dengan penambahan U+A9B3 ◌꦳ lambang cecak telu dalam aksara Jawa. Hasilnya terdapat huruf yang disebut sebagai rekan atau rekaan, dimana biasanya digunakan untuk menuliskan kata serapan yang berasal dari Arab dan Belanda. Tambahan rekan juga menambahkan kata-kata bunyi yang berasal dari Cina.
ꦏ꦳◌꧀ꦏ꦳/xa/kha
ꦢ꦳◌꧀ꦢ꦳/ða/dza
ꦗ꦳◌꧀ꦗ꦳/za/za
ꦱ꦳◌꧀ꦱ꦳/ʃa/sya
ꦒ꦳◌꧀ꦒ꦳/ɣa/gha
ꦥ꦳◌꧀ꦥ꦳/fa/fa
ꦔ꦳◌꧀ꦔ꦳/ʔa/‘a
N/A?the
N/A?se
N/A?nie
N/A?hwe
N/A?yo
N/A?syo

Aksara Jawa dimasukkan dalam standar Unicode pada bulan Oktober tahun 2009, pada versi 5.2. Blok Unicode untuk aksara Jawa adalah U+A980 – U+A9DF. Terdiri atas 91 code points untuk aksara jawa: 53 huruf, 19 tanda baca, 10 angka, dan 9 vokal.

Referensi

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: