Jejak kekunoan di Kampung Tegaron Lesanpuro (Malang)

Kecamatan Kedungkandang Kota Malang sangatlah kaya akan kesejarahannya,mulai dari Kutharaja Tumapel sebagai pusat ibu kota kerajaan.Lebih unik dan menariknya lagi untuk di bahas adalah wilayah Madyopuro(termasuk di dalamnya ada kampung Ngadipuro),Lesanpuro,dan desa Sekarpuro.

Asal nama Tegaron

Menurut Zoetmoelder kata pura sendiri berasal dari bahasa Sanskrta yang artinya benteng, kota, istana, ibukota. Tentunya wilayah ini merupakan wilayah penting di masa kuno.Kata Madya,Lesan dan Sekar merupakan bahasa Jawa dalam serapan baru tentunya ada yang lebih kuno lagi dari wilayah ini dan mendeskriptifkan bahwasannya wilayah ini merupakan tempat penting.

Di wilayah Lesanpuro terdapati nama kampung yaitu Tegaron, nama Tegaron ini memungkinkan sekali merujuk pada nama Watak pada masa Mpu Sindok yang disebutkan dalam prasasti-prasasti masa Mpu Sindok yaitu Watak Tugaran. Mpu Sindok menempatkan 3 watak di wilayah Tamwlang (ibukota kerajaan Mpu Sindok) yaitu Watak Hujung, Watak Kanuruhan dan Watak Tugaran.Watak Hujung di mungkinkan berada di sebelah utara (kemungkinan dusung Ngujung Singosari), Watak Kanuruhan (merupakan penyempitan wilayah administrattif dari sebuah kerajaan otonom Kanjuruhan menjadi sebuah Watak) dan Watak Tugaran di sebelah timur (kemungkinan kampung Tegaron Lesanpuro).

Jejak Tugaran di Pararaton

Tidak hanya masa Mpu Sindok saja, nama Tugaran berlanjut masa kerajaan Singhasari, di mana dalam Kitab Pararaton di sebutkan

“…..Ken Angrok pergi ke Kebalon, untuk mengungsi ke Turyantapada lalu ke daerah wilayah Bapa; sempurnalah kepandaiannya tentang emas. Ken Angrok pergi dari lingkungan Bapa menuju ke daerah desa Tugaran, Kepala tertua di Tugaran tidak menaruh belas kasian, maka digangguilah orang Tugaran oleh Ken Angrok, arca penjaga pintu gerbangnya diangkat diletakkan di daerah lingkungan Bapa, kemudian dijumpai anak perempuan kepala tertua di Tugaran itu, sedang menanam kacang di sawah kering…..”.

Dari kitab Pararaton tersebut disebutkan nama Kabalan yang mana daerah Kabalan ini kemungkinan menjadi daerah Kebalen di kelurahan Cemoro Kandang dan menyebutkan nama Turyyantapada yang mana Turyyantapada ini adalah daerah Turen(di buktikan dengan prasasti Turen/watu godek).Kabalan ini masuk wanwa di watak Tugaran,termasuk yang baru di ketemukan situs sekaran di tol Maalang-Pandaan masuk wilayah wanwa i Tampuran (sebrang dari situs sekaran sekarang terdapati dusun Tempuran).

Tegaron di masa Majapahit

Di masa Majapahit, anak dari Hayam Wuruk yaitu Kusumawardhani memerintah di Kabalan sebagai Bhre Kabalan (penguasa daerah Kabalan) dimana Kabalan masih tetap di wilayah Kabalan lama dekat dengan Watak Tugaran.

Dari penjelasan di atas, kesejarahan daerah Lesanpuro terutama kampung Tegaron sangatlah panjang di buktikan dalam prasasti prasasti masa Mpu Sindok,kitab klasik dan kesejarahan masa Majapahit. Semoga penjelasan ini memberikan sedikit pengetahuan tentang kesejarahan wilayah Lesanpuro.