Gendhing-gendhing Yang Digunakan Di Dalam Pewayangan

Menurut Gothek, gendhing-gendhing yang digunakan dalam wayang kulit seperti yang disebutkan di bawah ini dibuat oleh para pujangga besar, ahli dalam kawruh seni tari, pedalangan dan berbagai bidang ilmu jawa. Gendhing-gendhing ini telah disesuaikan dengan rasa dan pangrasa serta jenis wayang yang ditampilkan, seperti: Gendhing Tlutur untuk megiringi wayang yang menderita dan sengsara, Gendhing Diradameta untuk mengiringi wayang yang sombong dan penuh keberanian, dan sebagainya, karena sebenarnya gendhing-gendhing Orang Jawa memiliki rasa-pangrasa yang mendalam, dan mempunyai wibawa yang beragam.

Namun karena mempertimbangkan aspek sopan dan santun, saat ini gendhing wayang seperti tersebut di bawah ini sudah banyak yang tidak digunakan, dan ada beberapa yang sudah diganti dengan gendhing baru, misalnya: Bambangan turun dari gunung, tidak menggunakan Ayak, tetapi menggunakan Ladrang Kasatriyan atau Ketawang Subakastawa Slendro pathet Sanga. Pertempuran dengan Kemuda Pelog Nem, Kapalan dengan Tropongbang Pelog nem, dan sebagainya.

Tentu saja, perubahan ini, pada gilirannya, menghasilkan reaksi dan feedback yang beragam. Hal inilah yang memberikan saya gambaran mengenai kondisi baru dan masa depan. Tetapi, sekiranya masih relevan jika kita mendata ulang tentang deskripsi nama-nama gendhing standar yang digunakan dalam pedalangan. Hal ini dapat berguna sebagai ukuran, contoh atau pertimbangan bagi yang tertarik dengan ilmu Pedhalangan. Berikut adalah beberapa gendhing-gendhing yang menjadi acuan pada pagelaran klasik:

A. Gendhing untuk Talu

  1. Gendhing Cucur Bawuk, disambung Pare anom, dilanjutkan Ldr. Sri Katon, kemudian Ktw. Suksma Ilang, lalu Ayak sampai Sampak.
  2. Gendhing lambangsari, disusul Ldr. Lipursari, sebagai Ktw. Suksma Ilang, lalu Ayak sampai Sampak.
  3. Gendhing Pare Anom, disusul Ldr. Talak Bodin atau Gonjang Seret, menjadi Ktw. Suksma Ilang melanjutkan Ayak sampai menjadi Sampak.
  4. Gendhing Genes, diikuti oleh Ldr. Talak Bodin, sebagai Ktw. Suksma Ilang, lanjutkan ayakan sampai menjadi sampak.
  5. Gendhing Bujangga Nom, disusul Ldr. Talak Bodin atau Kembang Layar, menjadi Ktw. Martapuran, diikuti oleh Ayak sampai Sampak.
  6. Gendhing montro Madura, disusul Ldr. Gonjang menjadi Ktw. Martapuran, diikuti oleh Ayak sampai Sampak.
  7. Gendhing Kembang Gayam, disusul Ldr. Gonjang menjadi Ktw Martapuran, diikuti oleh Ayak hingga menjadi Sampak.
  8. Gendhing Gonjing-Glewang, disusul Ldr. Lipursari menjadi Suksma Ilang, diikuti oleh Ayak hingga menjadi Sampak.

B. Gendhing untuk jejer pertama

  1. Jejer negara Ngamarta atau Suralaya, Jongring Salaka, dengan gendhing gender KAWIT, ketawang Gendhing, up Ladrangan Sl. Mny. (buka gender).
  2. Jejer negera Ngastina, dengan gendhing gender KABOR, ketawang gendhing, up Ldr. KRAWITAN, Sl, Nem. (buka gender).
  3. Jejer Ratu yang lain tersebut di atas, rebab dengan Gendhing KRAWITAN, ketawang Gendhing, sampai Ldr. KRAWITAN, Sl Nem (Buka dari Ayak, Sl. Myr)

C. Gendhing untuk para tamu di jejer pertama

  1. Tamu Raja Amarta bersama para saudara, dengan gendhing Ldr. MANGU, Sl. Mnyr.
  2. Tamu R. Nakula, R. Sadewa, dengan gendhing Ldr. KEMBANG PEPE, Sl. Mnyr.
  3. Tamu Patih Sengkuni, dengan gendhing Ldr. LERE-LERE, Sl. Mnyr.
  4. Tamu R. Harya Jalasengara, dengan kendang Ldr. ERANG-ERANG, Sl. Nem.
  5. Tamu Raden Harjuna atau sejenis, dengan gendhing Ldr. SRI KATON, Sl. Mnyr.
  6. Tamu Prb. Baladewa atau Prb. Anom Kangsadewa, dengan gendhing Ldr. REMENG, Sl. Nem, Ldr. SOBRANG, Sl. Nem, atau Ldr. DIRADAMETA. Sl. Nem.
  7. Tamu Patih Sabrang, atau wayang bapang, dengan gendhing Ldr. PLUPUH, Sl. Nem, atau Ldr. SOBRANG, Sl. Nem.
  8. Tamu Denawa atau makhluk hutan, dengan gendhing Ldr. MONCER, Sl. Mnyr atau Ldr. SOBRANG, Sl. Nem.
  9. Tamu Randha Widada, Wara srikandhi dan sejenisnya, dengan gendhing Ldr. SOBAH, Sl. Mnyr.
  10. Tamu bangsa ksatria yang mbranyak dan prenes, dengan gendhing Ldr. KEMBANG GADHUNG, Sl. Mnyr.

D. Gendhing-gendhing untuk Wanita (istana)

  1. Kenyapuri Ngastina Dewi Anggendari, dengan gending LUNTHANG, Sl. Nem.
  2. Kenyapuri Ngastina Dewi Banowati, dengan gending DAMARKELI, Sl. Mnyr atau MANGU-MANGU, Sl. Mnyr.
  3. Kenyapuri Cempalaradya, mawi gending MAS KUMAMBANG, Sl. Nem.
  4. Kenyapuri Kumbina, mawi gending PUSPAWEDHAR, Sl. Nem.
  5. Kenyapuri Lesanpura, mawi gending RENDHEH, Sl. Nem.
  6. Kenyapuri Mandaraka, mawi gending GANDRUNG MANIS, Sl. Mnyr. atau gendhing LARA NANGIS Sl. Nem.
  7. Kenyapuri Ngamarta, mawi gending GANTAL WEDHAR, Sl. Tidak. atau Gendhing LARAS ATI, Sl. Nem.
  8. Kenyapuri Mandura, mawi gending KANYUT, Sl. Tidak. Atau gending GANTAL WEDHAR, Sl. Nem.